Posted in

Mlatiwangi & Melrose Leather Buktikan Tas Lokal Tembus Pasar Dunia—Bukan Cuma Brand Asing yang Bisa!

Mlatiwangi & Melrose Leather Buktikan Tas Lokal Tembus Pasar Dunia—Bukan Cuma Brand Asing yang Bisa!

Pernah nggak sih lo liat tas branded di mal, harganya selangit, trus mikir “kenapa sih kita nggak bisa bikin kayak gini?” Padahal, di luar sana, banyak UMKM lokal yang nggak cuma bisa, tapi udah nembus pasar dunia.

Gue mau cerita soal dua brand tas lokal yang lagi naik daun. Mlatiwangi dari Semarang yang ngolah serat alam jadi karya seni fungsional. Dan Melrose Leather dari Sukoharjo yang bikin tas kulit kualitas ekspor. Dua-duanya punya cerita beda, tapi satu kesimpulan: produk lokal bisa go international.

Mlatiwangi: Dari Tas Mukena Pesanan Amsterdam, Kini Ekspor ke Brunei

Cerita Mlatiwangi dimulai dari hal sederhana—sebuah permintaan dari keluarga di luar negeri. Yuli Muhawati, pemiliknya, awalnya cuma diminta bikin tas mukena oleh saudaranya yang tinggal di Amsterdam, Belanda . Dari situlah, usaha yang berdiri sejak 2017 ini mulai berkembang.

Yuli nggak cuma jual tas jadi. Dia mulai memproduksi sendiri dengan bahan-bahan serat alam kayak pandan, eceng gondok, goni, rotan, sampai pelepah pisang . Yang bikin keren? Dia memadukan anyaman serat alam dengan kain wastra Indonesia kayak batik dan lurik . Hasilnya? Produk yang unik dan punya identitas kuat.

Sekarang, produk Mlatiwangi udah menjangkau Semarang, Jakarta, Medan, sampai Papua. Bahkan, mereka udah pernah ekspor ke Amsterdam (2017) dan Brunei Darussalam (2020) . Dompet koin dan dompet kosmetik jadi produk paling laris karena harganya terjangkau dan desainnya beda.

Dibalik kesuksesan ini, ada peran BRI lewat program LinkUMKM yang bantu Yuli dapet akses pasar, pelatihan, dan perluasan usaha . Tapi yang lebih penting, Mlatiwangi ngebuktiin kalo bahan lokal dan tangan-tangan kreatif Indonesia bisa bersaing di pasar global.

Melrose Leather: Tas Kulit Sukoharjo yang Siap Ngekspor

Kalo Mlatiwangi fokus ke serat alam, Melrose Leather dari Sukoharjo fokus ke kulit. Brand ini punya misi: bikin produk kulit berkualitas ekspor yang bisa dijangkau oleh semua kalangan.

Bedanya sama brand asing yang harganya melambung, Melrose Leather fokus ke kualitas bahan dan pengerjaan yang presisi. Mereka pake bahan baku kulit pilihan dan proses produksi yang diawasi ketat, biar hasilnya awet dan nyaman dipake.

Ini contoh nyata kalo UMKM tas lokal nggak kalah sama produk impor. Dengan detail yang rapi dan desain yang timeless, produk Melrose Leather siap bersaing di pasar internasional.

Dua Brand, Satu Pesan: Lokal Bisa!

Apa sih yang bikin dua brand ini spesial? Bukan cuma karena mereka ekspor, tapi karena mereka punya identitas. Mlatiwangi bangga sama bahan lokal dan sentuhan wastra Indonesia. Melrose Leather bangga sama pengerjaan detail dan kualitas kulit.

Ini penting banget. Di pasar global, brand lokal nggak cuma bersaing dari segi harga, tapi juga dari cerita dan identitas. Kayak yang dibilang Menteri UMKM, produk Indonesia punya kekuatan di “cerita, identitas, dan keunikan lokal yang tidak dimiliki produk negara lain” .

Common Mistakes

1. “Produk Lokal Kualitasnya Di Bawah Brand Asing”

Salah besar. Mlatiwangi pake bahan serat alam yang diolah dengan teliti. Melrose Leather pake kulit pilihan dan pengerjaan presisi. Kualitasnya nggak kalah, bahkan bisa lebih unik karena ada sentuhan lokal.

2. “Ekspor Itu Susah dan Mahal”

Mlatiwangi mulai dari pesanan keluarga di Amsterdam, bukan dari pameran internasional mahal . Mereka mulai dari hal kecil dan konsisten.

3. “UMKM Nggak Bisa Naik Kelas”

Dengan pendampingan kayak LinkUMKM , UMKM bisa dapet akses pasar, pelatihan, dan perluasan usaha. Asal ada kemauan dan konsistensi.

Intinya: Tas Lokal Udah Bisa Go Global

Jadi, Juli 2026 ini, Mlatiwangi dari Semarang dan Melrose Leather dari Sukoharjo ngebuktiin kalo tas lokal nggak cuma bisa bersaing di dalam negeri, tapi juga di pasar dunia. Dengan bahan lokal, desain unik, dan kerja keras, mereka udah ekspor ke Belanda, Brunei, dan siap ke lebih banyak negara.

Ini bukan cuma soal tas. Ini soal kebanggaan. Karena kalo brand lokal bisa, kenapa kita masih harus bergantung sama produk asing?